Kamsiah

April 2, 2009 oleh jhonyandreas

Ketika itu Saudagar barang bekas alias besi tua mengirim barang ke toko “QWERT” di daerah Tegal Barat. Setelah dibuatkan nota dan barang-barangnya dibayar oleh pemilik toko, maka sang Saudagar segera berpamitan untuk pulang.
“Terimakasih ya Bah (Babah/tuan) besok-besok saya kirim lagi”, katanya seraya memasukkan uangnya kedalam saku celana. Pemilik tokopun menjawabnya dengan girang dan saling bersautan dengan sang istri yang berdiri didekatnya ; “Ya sama-sama. Kamisa… kamsia…. “
Sang Saudagar keluar toko sambil terheran-heran dengan kata-kata pemilik toko “kamsia”. “Apa sih yang dimaksud dengan kamsia ?” Begitu tanyanya dalam hati. Tapi mau balik untuk menanyakan artinya rasanya malu. Kurang gaul. Akhirnya ngeloyor saja bergegas menghampiri Becak yang mangkal di seberang jalan.
Karena masih penasaran dengan kata-kata “kamsia”, sebelum naik becak sang Suadagar menanyakan dulu kepada tukang becak : “Bang, waktu saya pamitan tadi Babah pemilik toko bilang kamisa… kamsia… abang tau artinya ?”
“Ooooh itu artinya Kurang ajar….” Jawab tukang becak membohongi Saudagar. Padahal arti yang sebenarnya adalah “terima kasih”. Seketika itu wajah sang Saudagar merah padam. Giginya gemertak karena geramnya menahan amarah dikatakan kurang ajar oleh pemilik toko.
“Bang !! cepat antarkan saya ke toko itu !” pinta Saudagar tergesa-gesa. Abang becak menurut saja menyiapkan Becaknya. Begitu sampai didepan toko, langsung memanggil pemilik toko ; “Bah, Babaeh, Nyonyaeh, Pelayannya, Pembantunya, semua kesini !” suaranya lantang. Yang dipanggil segera mendekat karena agak heran. Begitu berhadapan dengan sang Saudagar, Saudagar berteriak keras penuh emosi ; “Babaeh, Nyonyaeh, Pelanya, Pembantunya, kamu-kamu kamsia semua …!!!” begitu selesai bicara langsung ngacir naik becak karena merasa puas telah membalas penghinaan kepada dirinya. Pemilik toko dan pembantu-pembantunya melongo terheran-heran dengan ucapan dan perilaku Saudagar besi tua itu. Bilang Kamsia… tapi kok sambil marah ?
Sementara tukang becak dari kejauhan senyum-senyum telah meledek Sudagar.
Begitu sampai di terminal Saudagar turun dari becak sambil mengeluarkan beberapa lembar uang ribuan, dan dibayarkannya kepada si tukang becak. “Nih ongkosnya !” ucapnya kasar sambil menyodorkan uangnya. Karena dirasa masih kurang, maka abang becakpun meminta tambahan. “Kok Cuma segini Pak ? tambahin dong …?”
Saudagar menjawab sambil membentak ; “He !!! kamu juga mau ikut-ikutan kamsia ??!!”
Dibentak seperti itu abang becak hanya diam sambil merenungi jawaban yang diberikan kepada Saudagar bahwa arti kamsia yang sebenarnya adalah terima kasih……

PESTA DEMO-KERASI

Maret 4, 2009 oleh jhonyandreas

Rakyat Indonesia benar-benar akan menikmati pesta demo-kerasi :
Hidangan Nurwahid.
Untuk Soft Drink disajikan Es BeYe atau Jus Dur.
Rakyat juga dapat menikmati Jagung Laksono, atau Bakar Tanjung.
Sebagai makanan pembuka bisa menyantap Sop Kalla.
Disajikan pula Mie Gawati, Mie Ranto, juga ada Dedy Miesegar.
Disamping itu ada juga Soto yoso, dan seafood Kerang bowo.
Untuk buah penutup hidangan bisa menikmati Cheri Sultan
Dan masih ada yang belum selesai dimasak yaitu Sekedar Muhae Mie-n yang dicampur dengan Ahmad Dan Mie.
Nah. Silakan Pilih suka yang mana, atau masih menunggu masakan yang lain ….?

Hello world!

Maret 4, 2009 oleh jhonyandreas

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!